Jumat, 05 November 2010

Koruptor Generasi Kufur Nikmat Kemerdekaan

Sejarah demi sejarah silih berganti di bumi nusantara ini, bila kita bertanya, untuk siapakah Pangeran Diponegoro Berperang melawan Belanda? Untuk sebuah nama Indonesia? ataukah untuk tanah leluhur keluarganya? Untuk siapakah Pangeran Antasari berjuang? Untuk sebuah kata “Nusantara” atau ‘Indonesia’ ataukah kerajaan Banjarnya?
Para pejuang2 baik di era perjuangan maupun di era pergerakan, telah berkorban harta, darah dan nyawa demi membela tanah air tercinta mengusir penjajahan dari bumi nusantara ini, begitu mahalnya harga dari sebuah kemerdekaan yang kita nikmati pada saat ini, lalu bagaimana tanggung jawab kita sebagai generasi penikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para leluhur kita ?
Patriotisme tiada lain adalah nurani yang terpanggil tentang identitas akan tanah tumpah darahnya, tentang tanah airnya, tentang ikatan manusia terhadap alamnya, tentang hajad hidupnya.

Nasionalisme lahir dari sebuah kesadaran politik yang terikat lewat amanat kedaulatan rakyat yang diberikan kepada Negara. Sebuah kontrak sosial antara rakyat dan negaranya.
Maka dari itu, Negara mengemban tanggung jawab penuh Amanat Kedaulatan Rakyat.
Tapi faktanya, peristiwa demi peristiwa yang terjadi di elite pemimpin serta wakil rakyat di negeri ini telah melukai sebagian besar hati rakyat Indonesia, dimana para pemimpin dan wakil rakyat yang nyata2 telah di Sumpah pada saat pelantikan jabatan, tetapi tidak bisa menjalankan amanat sesuai dengan pedoman yang termaktub di dalam Pancasila dan UUD 1945, sehingga banyak sekali terjadi ketimpangan2 sosial dan cacat hukum serta korupsi yang merajalela.
Kerusakan moral para pemimpin dan wakil rakyat yang bermental koruptor di negeri ini telah mengakibatkan bangsa ini terpuruk di dalam kemiskinan. Kita sepakat bahwa KORUPSI sangat merusak peradaban satu bangsa. Akibatnya sangat fatal, dan KORUPSI bisa dikategorikan di dalam kejahatan yang luar biasa, oleh sebab itu para KORUPTOR juga harus dihukum dengan hukuman yang luar biasa. Para KORUPTOR adalah contoh dari generasi negeri ini yang tidak mempunyai rasa cinta kepada tanah airnya, satu generasi yang tidak mempunyai semangat Patriotisme dan Nasionalisme, yang ada di dalam benak mereka hanyalah menumpuk2 kekayaan dari hasil merampok uang negara / uang rakyat. Mereka ini adalah generasi yang telah mengkhianati Ibu Pertiwi, yang telah mengkhianati Cita2 Luhur para pejuang dan pendiri bangsa ini. Mudah2an generasi kufur nikmat kemerdekaan ini mendapat azab dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Untuk itu marilah kita semua berdoa agar Bangsa kita diselamatkan dari kebatilan para pemimpin2 yang rusak, mudah2an bangsa kita mendapat Salam dari Tuhan sehingga bisa bangkit lagi menuju kejayaan yang disandarkan kepada ATAS BERKAT RAHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA.

Salam Cinta Tanah Air Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar